Feeds:
Pos
Komentar

#prayforindonesia

 

sumber : foto,vivanews.com

Hari ini tepat 3 tahun dicanangkannya Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2007 yang silam. Tanpa terasa perayaan Pesta Blogger+ 2010 juga sudah di depan mata.

Namun, ada hal menganjal kalau bencana kali ini menimpa lagi negeri ibu pertiwi, dahsyatnya banjir bandang Wasior di Papua, menyusul dengan gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat lalu di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Merapi kembali mengamuk dengan hebatnya, kedua kejadian terakhir ini bertepatan dengan tanggal 26 Oktober.

Sudah saatnya kita peduli #prayforindonesia untuk sesama saudara diberbagai belahan nusantara, sudah banyak dompet-dompet bantuan kini terbuka lebar untuk kita yang saling peduli. Blogger Peduli (Jaringan Blogger Peduli Sesama) – @bloggerpeduli telah menurunkan tulisannya untuk mereka para blogger lainnya tentang berita Merapi. Lanjut Baca »

Iklan

5 Juni merupakan hari penting dalam kalender dunia. Karena padatanggal  ini diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Sebenarnya awal mula adanya Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah adanya Konferensi Internasional pada tanggal 5 – 16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan   pertemuan umum pertama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan “Human Environment“yang diselenggarakan di Stockholm, Swedia.  Pada tanggal 15 Desember 1972, PBB mengeluarkan resolusi No. 2994 (XXVII) yang menetapkan tanggal 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup sedunia.

Berdasarkan resolusi PBB tersebut, setiap negara memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia ini setiap tahunnya. Tak terkecuali Indonesia. Isu-isu lingkungan selalu diangkat setiap peringatan hari lingkungan hidup, seperti pembangunan berkelanjutan, advokasi lingkungan, pendidikan lingkungan, dan lain sebagainya. Dengan harapan adanya peningkatan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang baik. Tidak terkecuali Indonesia, sebagai salah satu masyarakat dunia juga turut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010ini, tema yang diangkat adalah  “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan). Lanjut Baca »

“Kok ngga dimasukkan dalam plastik saja, Dik?” saya heran melihat sepupuku Piya yang langsung memasukkan tiga botol air mineral  itu ke dalam tasnya. Saat itu (sekitar lima bulan yang lalu) kami sedang berbelanja di sebuah swalayan. Dan kasir di swalayan yang terletak di Darussalam, Banda Aceh itu sudah menyodorkan sebuah kantong plastik hitam padanya.

“Piya sedang mengurangi pemakaian plastik. Kakak kan tau sendiri bahaya plastik untuk lingkungan? Jadi biar ngga perlu pake plastik lagi, kalau mau belanja Piya bawa tas aja. Semua belanjaan dimasukkan ke sini,” jelas Piya sambil menunjukkan ranselnya.

Saya jadi termangu sendiri melihat aksi yang dilakukan Piya. Selama ini saya tidak pernah memikirkan dampak yang ditimbulkan plastik untuk lingkungan. Padahal saya tahu kalau kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.

Sejak  dulu saya tahu tentang zat-zat kimia yang dikandung plastik yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Tapi jujur, saya hanya mengetahui saja tanpa pernah berpikir untuk mengurangi penggunaan plastik. Karena dalam pandangan saya plastik itu sangat sulit untuk ditinggalkan.

Namun, setelah melihat sepupu saya yang mulai melakukan aksinya untuk mengurangi pemakaian plastik, saya jadi kepikiran sendiri. Piya sudah berusaha untuk meninggalkan plastik kenapa saya tidak? Lanjut Baca »

Kutangguhkan dirimuDemi sesuatu yang teramat perlu

Kuyakin, kau pun tahu

Penangguhanmu akan mengaburkan imaji

Tapi aku harus

Maafkan aku…

Lama sekali ya saya tidak mengupdate tulisan di sini. Sudah dua bulan lebih. Sebenarnya banyak yang ingin ditulis  tentang hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk penyelamatan bumi. Namun, karena ada sesuatu yang lebih “PENTING”, terpaksa saya menangguhkan menulis di blog ini.

Setelah wisuda dan mendapat gelar dokter muda, kegiatan offline saya semakin padat. Tentunya tidak lepas dari rumah sakit dan dunia kedokteran lainnya. Mulai dari KKJ (kepaniteraan klinik junior) yang telah saya jalani selama satu bulan ini, kemudian ujian clinical skill pada Jumat besok, dan KKS (kepaniteraan klinik senior) minggu depannya.

Mungkin karena saya belum bisa mengatur waktu saja, jadinya harus ada yang ditangguhkan. Semuanya butuh proses tentunya. Dan sekarang yang sedang mencoba beradaptasi dengan status baru saya.

Ohya, sudah tahukan dengan EARTH HOUR? Kira-kira apa yang akan teman-teman lakukan dalam kegiatan pematian lampu selama 1 Jam pada Sabtu, 27 Maret 2010 pukul 20.30-21.30 nanti? Kalau saya sepertinya tidak perlu repot-repot mematikan lampu, karenadi Aceh  setiap malamnya ada pemadaman bergilir selama 4-6 jam. Hehehe.

Sekian dulu ya, mau belajar nih. Wish me luck ya 🙂

Let’s Save The World. Mari kita selamatkan bumi. Jak Peuseulamat Bumoe. Kalimat-kalimat tersebut sengaja saya pilihkan sebagai tagline blog ini. Selamatkan bumi!

Lantas kenapa menyelamatkan bumi lewat tulisan? Mungkin itu yang terpikirkan dibenak teman-teman semua. Ya, lewat tulisan adalah salah satu cara saya mengajak teman-teman semua untuk menjaga bumi ini. Karena lewat tulisan berbagai aspirasi dapat tersampaikan dan tentunya tak kan hilang setelah tulisan ini disebarkan. Bahkan banyak orang-orang hebat yang mengkampanyekan berbagai hal yang mungkin sampai sekarang kita ketahui adalah lewat tulisan. Lalu, kenapa kita tidak mengkampanyekan penyalamatan bumi ini lewat tulisan juga?

Lalu, kenapa saya memilih blog? Kenapa saya tidak menulis buku saja atau mengirimnya ke surat kabar? Saya memilih blog karena blog ini adalah media saya, saya bebas menuliskan pendapat saya karena ini punya saya. Saya yang menjadi pemimpin redaksi, editor, serta penerbit. Jadi dengan blog saya memiliki kemudahan dalam mempublikasikan tulisan saya. Lanjut Baca »

Hutan Tangse

Pembakaran hutan terus saja terjadi. Foto ini saya ambil ketika dalam perjalanan menuju Tangse, Kab. Pidie. Hutan dibakar untuk dijadikan areal perkebunan. Walhasil, ketika curah hujan tinggi, maka longsorpun menjadi hadiah dari sang hutan.

Kedatangan Amerika Serikat dengan komitmen serius dalam pengurangan emisinya dianggap penting bagi tercapainya kesepakatan perundingan iklim di Kopenhagen. Dunia pun memiliki harapan besar pada kepemimpinan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru dalam mengatasi perubahan iklim internasional, namun sampai sekarang masyarakat dunia kecewa dengan sikap yang belum ditunjukkan Presiden Amerika Serikat itu.

Untuk menyampaikan rasa kecewa dan mencoba mendapatkan kepedulian Obama untuk bersikap serius dengan komitmen pengurangan emisi yang mengikat secara hukum, masyarakat sipil global yang dimotori Third World Network (TWN) dan Friends of the Earth (FoE) menyampaikan surat pada Barack Obama saat kedatangannya di Kopenhagen, Kamis (17/12). Organisasi masyarakat sipil dunia ini pun berharap mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan masyarakat sipil di seluruh penjuru dunia. Dukungan bisa melalui alamat email: Meena Raman (meenaco@pd.jaring.my) dan Hira Ghindwani (semestha@yahoo.com). Lanjut Baca »

On the Luce travel blog

Part-time travel, full-time travel obsession

Jak Peuseulamat Bumoe

Let's Save The World

munjiah

Mulai dari Hati

%d blogger menyukai ini: