Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kerusakan Hutan’ Category

???????????????????????????????

foto: dokumen pribadi

Alam tak pernah berhenti memberikan manfaat bagi manusia. Keindahannya menjadi penghilang penat setelah lelah bekerja. Hijau pemandangannya memanjakan mata yang memandang. Sungguh karunia Yang Maha Kuasa memang tiada tara (lebih…)

Read Full Post »

Ketika Halimon, Singgahmata dirambah oleh tangan-tangan liar

Ketika hutan yang tersisa hanya ketandusan

Pepohonan di pinggir jalan hanyalah hiasan

Tak ada lagi ke sejukan

Tak ada lagi penadah hujan

Sampai akhirnya petaka pun datang

Tangse disapa banjir bandang

Read Full Post »

 

sumber : foto,vivanews.com

Hari ini tepat 3 tahun dicanangkannya Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2007 yang silam. Tanpa terasa perayaan Pesta Blogger+ 2010 juga sudah di depan mata.

Namun, ada hal menganjal kalau bencana kali ini menimpa lagi negeri ibu pertiwi, dahsyatnya banjir bandang Wasior di Papua, menyusul dengan gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat lalu di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Merapi kembali mengamuk dengan hebatnya, kedua kejadian terakhir ini bertepatan dengan tanggal 26 Oktober.

Sudah saatnya kita peduli #prayforindonesia untuk sesama saudara diberbagai belahan nusantara, sudah banyak dompet-dompet bantuan kini terbuka lebar untuk kita yang saling peduli. Blogger Peduli (Jaringan Blogger Peduli Sesama) – @bloggerpeduli telah menurunkan tulisannya untuk mereka para blogger lainnya tentang berita Merapi. (lebih…)

Read Full Post »

Pembakaran hutan terus saja terjadi. Foto ini saya ambil ketika dalam perjalanan menuju Tangse, Kab. Pidie. Hutan dibakar untuk dijadikan areal perkebunan. Walhasil, ketika curah hujan tinggi, maka longsorpun menjadi hadiah dari sang hutan.

Read Full Post »

PEKANBARU, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) wilayah Riau, Hariansyah, menyatakan berduka atas tindakan Departemen Kehutanan memberikan izin penebangan kayu alam sebanyak 12 juta meter kubik di Riau. Pemberian izin itu, menurut Walhi, jelas-jelas melukai rasa keadilan masyarakat karena ternyata kerusakan hutan di Riau mendapat restu dari pemerintahnya sendiri.

Menurut Hariansyah, terbongkarnya kasus pemberian 30 izin rencana kerja tahunan (RKT) dari Departemen Kehutanan kepada perusahaan kayu di Riau, terutama untuk kebutuhan pabrik kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper serta PT Indah Kiat Pulp and Paper, dapat disebutkan sebagai bencana di ujung tahun 2009. Apalagi, ternyata izin yang diberikan itu melebihi daya tampung perusahaan kayu di Riau.

“Pemerintah kita ini, terutama Departemen Kehutanan, ternyata terus saja mementingkan perusahaan kayu di Riau daripada menjaga kelestarian alamnya,” kata Hariansyah yang dihubungi, Selasa (1/12).

Ia mengatakan, dari 30 izin RKT itu, setidaknya volume kayu tebangan mencapai 23 juta meter kubik. Padahal, kebutuhan kayu Riau hanya sekitar 18 juta meter kubik (untuk pabrik kertas dan kebutuhan lain). Artinya, sekarang ini terdapat kelebihan pasokan kayu alam sebanyak 5 juta meter kubik.

“Bayangkan kayu alam itu sudah tinggal sedikit, eh… Menhut dengan gampangnya memberikan izin penebangan secara besar-besaran lagi. Tunggullah pembalasan alam yang akan datang lebih dahsyat,” tandas Hariansyah.

Menurut Hariansyah, Menteri Kehutanan yang baru, Zulkifli Hasan, dapat membenahi sektor hutan tanaman industri di Indonesia, terutama Riau. Sudah sepantasnya Menhut membuat evaluasi besar terhadap kebutuhan kayu negara ini.

“Menhut semestinya melakukan audit besar, berapa kebutuhan kayu secara nasional maupun per wilayah provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, yang diaudit pertama kali adalah berapa sebenarnya kemampuan daerah menyuplai kayunya. Dari situ baru dilakukan kajian untuk menentukan kapasitas pabrik kertas atau untuk keperluan lain.

“Sekarang ini terbalik, pemerintah sibuk mendengarkan permintaan pengusaha untuk memperbesar kapasitas pabrik, padahal, pasokan kayu tanaman tidak mencukupi. Kalau sudah kurang, tentu saja kayu alam akan menjadi korbannya,” tegasnya.

sumber : kompas.com

Read Full Post »

Hutan merupakan salah satu sumber daya ekonomi umat manusia yang paling berharga. Oleh karena itu, hutanlah yang paling banyak digali, pohon-pohonnya ditebang untuk berbagai keperluan. Seandainya pohon terlalu banyak ditebang, hutan akan menjadi susut, dan kemampuannya memenuhi kebutuhan manusia berkurang. bahkan akan menjadi malapetaka bagi manusia sendiri.

Seperti yang terjadi di negara kita yang tercinta Indonesia. Pemecah rekor. Itulah penghargaan dunia terhadap kondisi hutan di Indonesia. Menurut Greenpeace, Indonesia layak ditempatkan di dalam Guinness Book of World Records, sebuah buku yang mencatat hal-hal unik dan luar biasa yang terjadi di seluruh dunia. Indonesia tercatat dalam buku rekor Guinness edisi 2008 sebagai negara yang hutannya mengalami kerusakan yang sangat cepat (deforestasi) bergabung dengan Brazil yang saat ini memegang rekor kawasan deforestasi terluas di dunia. (lebih…)

Read Full Post »

On the Luce travel blog

Part-time travel, full-time travel obsession

Jak Peuseulamat Bumoe

Let's Save The World

munjiah

Mulai dari Hati

%d blogger menyukai ini: