“Kok ngga dimasukkan dalam plastik saja, Dik?” saya heran melihat sepupuku Piya yang langsung memasukkan tiga botol air mineral itu ke dalam tasnya. Saat itu (sekitar lima bulan yang lalu) kami sedang berbelanja di sebuah swalayan. Dan kasir di swalayan yang terletak di Darussalam, Banda Aceh itu sudah menyodorkan sebuah kantong plastik hitam padanya.
“Piya sedang mengurangi pemakaian plastik. Kakak kan tau sendiri bahaya plastik untuk lingkungan? Jadi biar ngga perlu pake plastik lagi, kalau mau belanja Piya bawa tas aja. Semua belanjaan dimasukkan ke sini,” jelas Piya sambil menunjukkan ranselnya.
Saya jadi termangu sendiri melihat aksi yang dilakukan Piya. Selama ini saya tidak pernah memikirkan dampak yang ditimbulkan plastik untuk lingkungan. Padahal saya tahu kalau kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Sejak dulu saya tahu tentang zat-zat kimia yang dikandung plastik yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Tapi jujur, saya hanya mengetahui saja tanpa pernah berpikir untuk mengurangi penggunaan plastik. Karena dalam pandangan saya plastik itu sangat sulit untuk ditinggalkan.
Namun, setelah melihat sepupu saya yang mulai melakukan aksinya untuk mengurangi pemakaian plastik, saya jadi kepikiran sendiri. Piya sudah berusaha untuk meninggalkan plastik kenapa saya tidak?
Setelah kembali ke rumah, saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang bahaya polimer (nama lain dali plastik) dari berbagai referensi di internet. Sangat banyak fakta yang membuat mata saya terbelalak ketika membaca dampak yang ditimbulkan alat yang sering saya gunakan untuk membungkus makanan dan belanjaan saya ini.
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
Semua bahan kimia dari skema di atas adalah bahan pembuat kantong plastik maupun jenis bahan plastik lainnya.
Lalu apakah pengaruh kantong plastik secara kimiawi itu? Pengaruhnya antara lain : menyebabkan kanker paru, kanker hati, gangguan fungsi ginjal, gangguan saraf, dan gangguan saluran pencernaan.
Dan yang lebih penting lagi pengaruh secara kimiawi dapat terjadi jika kantong plastik kontak langsung dengan makanan siap saji yang panas. Sebab, kontak langsung tersebut menimbulkan perpindahan kalor dari makanan siap saji terhadap kantong plastik. Timbulnya panas (kalor) ini memicu pengaruh secara kimiawi. Jadi untuk mencegah hal tersebut disarankan memberi alas pada kantong plastik sewaktu membungkus makanan atau barang lainnya agar tidak terjadi kontak langsung dengan kantong plastik.
Sedangkan dampak kantong palstik untuk lingkungan juga tak kalah mengerikan dari efek yang ditimbulkannya terhadap kesehatan.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Kalau ditelusuri lagi, saat ini hampir semua tempat perbelanjaan baik itu supermarket atau pun hanya kios biasa pasti selalu memberikan kantong plastic untuk membungkus belanjaan kita. Bahkan belanjaan kecilpun akan diberikan plastic. Jika dikalkulasikan, berapa banyak kantong plastik yang beredar di negeri ini? Di dunia? Wow, pasti sangat banyak dan akhirnya akan menjadi sampah dan dibuang. Lalu karena ia tak bisa terurai, otomatis permukaan bumi tempat kita berpijak telah dilapisi oleh plastik.
Setelah membaca informasi tentang dampak yang ditimbulkan kantong plastik tersebut, saya jadi merinding sendiri. Betapa selama ini saya begitu bersikap tahu tapi tidak mau tahu tentang plastik yang pada akhirnya justru membahayakan diri saya sendiri dan lingkungan. Mulai saat itu saya bertekad untuk mengurangi pemakaian plastik. Membawa tas kalau hendak berbelanja kecuali kalau memang belanjaan saya tidak bisa dimasukkan ke dalam tas baru saya memilih plastik. Karena semuanya dimulai dari hal yang paling kecil.
Bagaimana dengan kamu?
Fakta-fakta dan foto di atas saya dapatkan dari : Republika Online: 31 Juli 2008. jars2go.com dan medicastore.com



(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Tepat sekali, Bro. Sudah saatnya kita beralih dari kantong plastik ke bahan lain yang lebih ramah lingkngan. Saya sendiri memilih membawa bungkus dari rumah atau menolak bungkus plastik yang diberikan jika bawaan saya sedikit.
Jangan lupa untuk ikut ambil bagian dalam “Earth Hour” malam ini. Cukup mematikan lampu dan peralatan listrik (termasuk BERHENTI NGEBLOG) selama 1 jam mulai pukul 20.30. Mari; ubah dunia dalam satu jam
jadi ingat waktu kuliah dulu, “pak dosen” sering cerita efek limbah (termasuk plastik bentuk apapun) d eropa, dan penanganannya. dan 1 pertanyaan yg sampai sekarang aq masi ingat “berapa tahun lagi, kita tertanam dengan plastik?
kita tidak bisa hindari pemakaian plastik, hanya saja kita bisa kendalikan, hampir semua produk yg kita kenal pasti ad kaitannya dgn plastik.
pinjam kata2nya nya fath, buat jawaban sementara dari “pak dosen”, “ntahlah, mungkin g nyampe 500 thn lagi kita ditimbun dng sampah”
wah, selamat ya sudah jadi pemenang lomba blog
melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.
sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.
info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeeneration.org
yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah!
Salam,
Reta Yudistyana
Greeneration Indonesia
–
Greeneration Indonesia
green attitude green environment
Kanayakan D 35 . Bandung 40135
Jawa Barat – Indonesia
Telp/Fax: +62-22-2500 189
Email: info@greeneration.org
Web: http://www.greeneration.org