Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Air dan Kehidupan

Water is life…water is life…water is life…

There is no love

There are no children

And There’s no more life

When the water runs dry

Bait lagu yang dinyanyikan Viki Sianipar feat Deasy Sianipar, membuat saya tertegun. Merenungkan kata demi kata yang tersurat, menyadari betapa pentingnya air bagi kehidupan dan betapa suramnya hidup jika ia tiada.

 Water is Life and there’s no more life when the water runs dry.

Air dan manusia memang tak bisa dipisahkan. Dimana ada air, maka disitulah peradaban lahir. Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban dunia ini lahir di antara sungai Tigris dan Euphrates. Peradaban Mesir Kuno bergantung pada sungai Nil. Pusat-pusat kegiatan manusia yang besar seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris, New York City, Shanghai, Tokyo, Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya sebagian dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan. Indonesia juga disebut sebagai negara maritim karena luasnya perairan negara ini.

Lantas, apa yang akan terjadi jika air menjadi langka dan bahkan tidak ada lagi di muka bumi ini? Lanjut Baca »

Beberapa minggu ini saya harus bolak-balik ruangan atas dan bawah Rumah Sakit Zainoel Abidin. Ya, itu karena saat itu saya sedang bertugas di bagian kardiologi. Karena ada tiga stase di bagian itu, yaitu stase ruangan yang terletak di lantai satu, stase ICCU di lantai 2 dan stase poliklinik di lantai satu. Naik turun dari atas ke bawah sungguh melelahkan. Apalagi jarak antara setiap stase itu lumayan jauh. Lebih-lebih kalau ada sesuatu yang membuat saya harus segera tiba di tempat itu. Telat misalnya. Maka saya harus mengerahkan segenap energi untuk segera sampai ke sana.

Kalau untuk ruangan di lantai satu, saya ngga begitu kerepotan karena tempat parkiran kendaraan saya dekat dengan ruangan. Tapi, kalau sedang jaga di ICCU? Maka saya harus menuju ke lantai dua. Dengan berjalan kaki yang menghabiskan waktu kurang lebih lima menit.

Sebenarnya bisa saja saya menempuh ruangan ICCU dalam watu cepat karena ada lift yang disediakan untuk menuju ruangan intensive tersebut. Namun tanda peringatan di depan lift membuat saya sedikit merenung “Lift ini khusus untuk pasien”.  Saya bukan pasien, jadi saya ngga boleh naik.

Dulu, saya dan teman-teman yang lain sama sekali ngga mempedulikan peringatan itu. Toh, kami juga orang yang membantu pasien, jadi ngga masalah jika lift itu kami naiki. Namun, di hari yang tidak beruntung, sekelompok teman saya tertangkap basah oleh direktur sedang menaiki lift.

“Kalian tidak baca peringatan di depan? Kalian tahu berapa biaya listrik yang harus dihabiskan untuk lift ini? dua puluh ribu per kali naik. Kalikan saja berapa dana rumah sakit yang dihabiskan untuk kalian?”

Glek. Meski saya tidak termasuk kelompok yang tertangkap basah itu. Ya, saya hanya sebagai pendengar yang setia saja saat itu mangut-mangut saja. Benar apa yang dikatakan oleh pak direktur. Hanya gara-gara naik lift, kami memboroskan uang rumah sakit.

Mulai saat itu,  saya bertekad untuk tidak naik lift. Walau saya tahu tidak setiap saat direktur itu menyidak. Tidak ada yang dapat saya sumbangkan untuk RS tempat saya belajar ini. Setidaknya dengan menghemat pemakaian listrik saya telah menghemat energi dan biaya yang dikeluarkan rumah sakit. Tidak masalah untuk naik tangga, bukankah itu menyehatkan? Dan karena tidak naik lift, maka saya harus berusaha untuk disiplin dengan datang cepat waktu.

Ketika Halimon, Singgahmata dirambah oleh tangan-tangan liar

Ketika hutan yang tersisa hanya ketandusan

Pepohonan di pinggir jalan hanyalah hiasan

Tak ada lagi ke sejukan

Tak ada lagi penadah hujan

Sampai akhirnya petaka pun datang

Tangse disapa banjir bandang

Air sangat penting untuk kehidupan. Tanpa air, maka kehidupan akan sirna. Oleh karena itu, untuk mensosialisasi pentingnya air bagi kehipan Kompas MuDA mengadakan lomba blog/web Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA. Lomba ini diselenggarakan oleh Kompas MuDA kerja bareng dengan AQUA

Jadi, tunggu apalagi. Mari kita bersama-sama menyelamatkan bumi ini salah satunya adalah dengan melakukan penyelamatan terhadap air. Tentunya dengan tetap melestarikan hutan yang sudah tentu berfungsi sebagai penyerap air.

Hai sobat semua! Ada lomba yang keren nih bagi kamu-kamu yang mengaku peduli terhadap lingkungan. Cekidot…

“Green Your Mind!”

Kamu blogger yang peduli lingkungan? Senang menulis tema perubahan iklim, polusi, konservasi, dan isu-isu lingkungan lain? Ikuti Beat Blog Writing Contest.

Hadiah:

Juara I: uang tunai Rp 5.000.000,00 + Blackberry

Juara II: Uang tunai Rp 3.000.000,00 + Blackberry

Juara III: Uang tunai Rp 1.500.000,00 + Blackberry

17 nominator akan mendapat hadiah hiburan uang tunai Rp 500.000,00

Tulisan para pemenang dan nominator akan diterbitkan dalam sebuah buku.

Para nominator terpilih akan mendapat kesempatan ikut acara “Report from the Field”. Lanjut Baca »

Kang Guru Indonesia (KGI), sebuah majalah berbahasa Inggris yang mengupas habis segala hal yang ada di Indonesia dan Australia, kini hadir dalam bentuk buletin. Yap, tak ada lagi majalah yang isinya sekitar 40 halaman. Sekarang, majalah yang sudah saya baca sejak duduk di bangku SMP hadir dalam bentuk buletin.

Kenapa? Ini adalah salah satu cara yang ditempuh oleh personel KGI untuk mengurangi pemakaian kertas. Jadi, di buletin yang mulai terbit sejak September 2010 itu hanya berisi ringkasan tentang kegiatan-kegiatan KGI dan media patnernya. Nah, kalau mau tau lebih lanjut kita tinggal membuka situsnya di www.kangguru.org atau bisa bergabung di fan page KGI yang ada di facebook. Selain itu, ada juga format PDFnya yang tinggal di donwload saja.

Berikut ini adalah pernyataan KGI tentang aksi paperless-nya : Lanjut Baca »

#prayforindonesia

 

sumber : foto,vivanews.com

Hari ini tepat 3 tahun dicanangkannya Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2007 yang silam. Tanpa terasa perayaan Pesta Blogger+ 2010 juga sudah di depan mata.

Namun, ada hal menganjal kalau bencana kali ini menimpa lagi negeri ibu pertiwi, dahsyatnya banjir bandang Wasior di Papua, menyusul dengan gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat lalu di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Merapi kembali mengamuk dengan hebatnya, kedua kejadian terakhir ini bertepatan dengan tanggal 26 Oktober.

Sudah saatnya kita peduli #prayforindonesia untuk sesama saudara diberbagai belahan nusantara, sudah banyak dompet-dompet bantuan kini terbuka lebar untuk kita yang saling peduli. Blogger Peduli (Jaringan Blogger Peduli Sesama) – @bloggerpeduli telah menurunkan tulisannya untuk mereka para blogger lainnya tentang berita Merapi. Lanjut Baca »

5 Juni merupakan hari penting dalam kalender dunia. Karena padatanggal  ini diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Sebenarnya awal mula adanya Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah adanya Konferensi Internasional pada tanggal 5 – 16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan   pertemuan umum pertama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan “Human Environment“yang diselenggarakan di Stockholm, Swedia.  Pada tanggal 15 Desember 1972, PBB mengeluarkan resolusi No. 2994 (XXVII) yang menetapkan tanggal 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup sedunia.

Berdasarkan resolusi PBB tersebut, setiap negara memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia ini setiap tahunnya. Tak terkecuali Indonesia. Isu-isu lingkungan selalu diangkat setiap peringatan hari lingkungan hidup, seperti pembangunan berkelanjutan, advokasi lingkungan, pendidikan lingkungan, dan lain sebagainya. Dengan harapan adanya peningkatan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang baik. Tidak terkecuali Indonesia, sebagai salah satu masyarakat dunia juga turut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010ini, tema yang diangkat adalah  “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan). Lanjut Baca »

“Kok ngga dimasukkan dalam plastik saja, Dik?” saya heran melihat sepupuku Piya yang langsung memasukkan tiga botol air mineral  itu ke dalam tasnya. Saat itu (sekitar lima bulan yang lalu) kami sedang berbelanja di sebuah swalayan. Dan kasir di swalayan yang terletak di Darussalam, Banda Aceh itu sudah menyodorkan sebuah kantong plastik hitam padanya.

“Piya sedang mengurangi pemakaian plastik. Kakak kan tau sendiri bahaya plastik untuk lingkungan? Jadi biar ngga perlu pake plastik lagi, kalau mau belanja Piya bawa tas aja. Semua belanjaan dimasukkan ke sini,” jelas Piya sambil menunjukkan ranselnya.

Saya jadi termangu sendiri melihat aksi yang dilakukan Piya. Selama ini saya tidak pernah memikirkan dampak yang ditimbulkan plastik untuk lingkungan. Padahal saya tahu kalau kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.

Sejak  dulu saya tahu tentang zat-zat kimia yang dikandung plastik yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Tapi jujur, saya hanya mengetahui saja tanpa pernah berpikir untuk mengurangi penggunaan plastik. Karena dalam pandangan saya plastik itu sangat sulit untuk ditinggalkan.

Namun, setelah melihat sepupu saya yang mulai melakukan aksinya untuk mengurangi pemakaian plastik, saya jadi kepikiran sendiri. Piya sudah berusaha untuk meninggalkan plastik kenapa saya tidak? Lanjut Baca »

Kutangguhkan dirimuDemi sesuatu yang teramat perlu

Kuyakin, kau pun tahu

Penangguhanmu akan mengaburkan imaji

Tapi aku harus

Maafkan aku…

Lama sekali ya saya tidak mengupdate tulisan di sini. Sudah dua bulan lebih. Sebenarnya banyak yang ingin ditulis  tentang hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk penyelamatan bumi. Namun, karena ada sesuatu yang lebih “PENTING”, terpaksa saya menangguhkan menulis di blog ini.

Setelah wisuda dan mendapat gelar dokter muda, kegiatan offline saya semakin padat. Tentunya tidak lepas dari rumah sakit dan dunia kedokteran lainnya. Mulai dari KKJ (kepaniteraan klinik junior) yang telah saya jalani selama satu bulan ini, kemudian ujian clinical skill pada Jumat besok, dan KKS (kepaniteraan klinik senior) minggu depannya.

Mungkin karena saya belum bisa mengatur waktu saja, jadinya harus ada yang ditangguhkan. Semuanya butuh proses tentunya. Dan sekarang yang sedang mencoba beradaptasi dengan status baru saya.

Ohya, sudah tahukan dengan EARTH HOUR? Kira-kira apa yang akan teman-teman lakukan dalam kegiatan pematian lampu selama 1 Jam pada Sabtu, 27 Maret 2010 pukul 20.30-21.30 nanti? Kalau saya sepertinya tidak perlu repot-repot mematikan lampu, karenadi Aceh  setiap malamnya ada pemadaman bergilir selama 4-6 jam. Hehehe.

Sekian dulu ya, mau belajar nih. Wish me luck ya :)

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.